Jumat, 09 Maret 2012

Drama Tanah Air mata


Tanah Air Mata
D. Zawawi Imron

Penanggung Jawab     : Drs. Syamsul Hidayat
Pembina/Sutradara      : Pakdhe Oka
Prosedur Pelaksana     : Fatmawati
Properti                       : Budi Pras dan M. Musyafa
Desain Video              : Digipro
Para Pemain                : Teater tanpa nama, SMA N. 1 Batu, 2005
1.      Elisa Fitrotun Nisak
2.      Fidya Abdat
3.      Suning Setyowati
4.      Nimas Narulita
5.      Asmita Zhindy W.
6.      Anivia Intan K.
7.      Jamalludin Sanur
8.      Aditya Wahyu H.
9.      Bayu Mahanani P.D.
10.  Ari Fatmawati
11.  Yeremia A. Dimpudus
12.  Lia Arlita
13.  Adelia Rahmawati
14.  Andi Surya P.

Sinopsis
            Kasih. Seorang anak perempuan dari seorang Ibu yang hidupnya sangat miskin dan melarat. Untuk menghidupi anaknya, Ibu Kasih ini bekerja di rumah Ibu Iskandar yang sangat kaya raya. Akan tetapi, perlakuan yang mereka terima adalah hinaan dan caci maki yang membuat Kasih sangat marah kepada orang-orang yang memiliki kekuasaan lebih tinggi.
            Saat sedang bermain di dalam sebuah ruangan, tiba-tiba Ibu Kasih memanggilnya. Karena takut di marahi, Kasih pun bersembunyi. Tapi ibunya tahu dan terus memanggil Kasih. Akhirnya Kasih pun keluar, di saat itu pula ibunya mengomel karena Kasih mengotori ruangan yang telah dibersihkan oleh ibunya. Kasih jadi jengkel dan terus mengomel kenapa dia yang harus membersihkan ruangan tersebut. Tapi ibunya cuek. Dan mengingatkan kepada Kasih kalau mereka hanyalah rakyat miskin yang melarat. Bukan seperti ibu Iskandar yang hidup dalam kemewahan.
Kasih pun setuju dan berandai-andai bagaimana kalau meraka merupakan orang kaya, pasti hidupnya tidak miskin dan melarat seperti ini. Tapi, seharusnya orang-orang yang berkuasa itu memperhatikan rakyatnya yang tidak memiliki apapun, bukannya menindas mereka.
Lalu ibunya Kasih meninggalkan Kasih sendirian sambil berpesan agar Kasih segera membersihkan ruangan tersebut. Saat Kasih sedang bekerja dengan mengomel sendirian, tiba-tiba temannya datang. Mereka pun akhirnya bercerita tentang keadaan mereka yang sangat miskin. Bagaimana enaknya menjadi orang kaya seperti Ibu Iskandar. Yang hanya menikmati kekayaan dari suaminya, Iskandar, yang telah meninggal. Lau untuk menghibur diri, mereka pun bernyanyi.
Di saat sedang asiknya bermain dan bernyanyi tiba-tiba anak Ibu Iskandar datang dengan membawa teman-temannya. Dengan melontarkan hinaan, mereka memeras Kasih dan kawan-kawannya agar mau memberikan uang kepada mereka. Kasih menolak untuk memberi dikarenakan mereka tidak mempunyai uang sepeser pun, dan juga menolak karena tidak terima telah dihina oleh anaknya Ibu Iskandar itu.
Merasa tidak dipatuhi, anaknya Ibu Iskandar dan teman-temannya marah. Lalu tambah menghina Kasih dan teman-temannya, yang mengakibatkan pertengkaran antara kedua belah pihak.
Ibu Kasih dan Ibu Iskandar pun datang melerai mereka. Ibu Kasih memarahi Kasih dan teman-temannya. Begitu pula dengan Ibu Iskandar, karena tidak menerima anaknya disalahkan oleh Kasih dan teman-temannya, dia pun marah dan menampar Ibu Kasih yang tidak bisa mendidik anaknya untuk menghormati orang lain. Tapi, Ibu Kasih kecewa dengan sikap Ibu Iskandar  dan membela diri, bahwa mereka bukanlah orang seperti itu. Kasih dan teman-temannya pun berusaha menjelaskan duduk permasalahannya yang sebenarnya, akan tetapi Ibu Iskandar tidak percaya. Karena itu akhirnya Ibu Kasih beserta Kasih dan teman-temannya diusir dari lingkungan mereka.
Karena diancam akan diusir mereka pun meminta maaf kepada Ibu Iskandar, tapi diluar dugaan mereka malah dihina lagi oleh ibu Iskandar dan tetap mengusir mereka. Merasa direndahkan, akhirnya mereka pun membela diri mereka, mengingatkan Ibu Iskandar, bahwa tanpa mereka Ibu Iskandar bukanlah apa-apa.
Setelah kepergian Ibu Iskandar dan anak-anaknya, tinggal ibu Kasih yang terjatuh sakit. Melihat hal itu, Kasih dan teman-teman pun terkejut. Tiba-tiba tunangan dari anak Ibu Iskandar menghampiri Ibu Iskandar untuk meminta maaf dan akan membantu mereka agar mereka tidak diusir oleh Ibu Iskandar. Kasih dan teman-teman pun heren dan tidak percaya akan apa yang dikatanya itu. Tapi, dia tetap ingin membantu mereka.
Di saat Ibu Iskandar beserta anak-anaknya datang memastikan bahwa Ibu Kasih beserta anaknya sudah siap untuk pergi, datanglah tunangan anak Ibu Iskandar membela mereka dan membujuk ibu Iskandar agar memberikan mereka kesempatan untuk tinggal. Bukan persetujuan yang diterima tapi Ibu Iskandar balik menghina mereka semua. Perdebatan pun muncul antara mereka semua. Tanpa di duga, Ibu Kasih pun meninggal. Kasih dan teman-teman sedih dan kecewa akan tindakan Ibu Iskandar yang meninggalkan mereka begitu saja. Melihat hal itu, tunangan anak Ibu Iskandar pun datang untuk memohon maaf karena dia tidak berhasil. Kasih pun memaafkannya. Karena tidak ingin melihat Kasih menjadi putus asa, tunangan anak Ibu Iskandar pun menghibur mereka. Dan mereka pun bersemangat kembali. Selesai.
  
Tipe sutradara dari pementasan drama ini yaitu sutradara psikologis. Karena dalam pementasan drama ini, si sutradara lebih mementingkan penggambaran watak secara psikologis (bagaimana para pemain mengeluarkan kejiwaannya dalam bermain peran seseorang).
Berdasarkan cara melatih pemainnya, sutradara ini menggunakan cara Interpretator yaitu sutradara yang fokus terhadap naskah dan dengan cara reaktor yaitu sutradaranya yang secara kreatif membiarkan para pemain untuk menciptakan kreasi-kreasi yang baru.
Model sutradara dilihat dari pementasan drama ini yaitu sutradara ini menggunakan cara laissez faire (sebagai supervisor) karena dilihat dari para pemain, sutradara ini membiarkan pemain-pemainnya memerankan perannya sebagaimana leluasanya pemain. Dan sutradaranya sebagai supervisor.
Cara memilih pemainnya pun, sutradara ini menggunakan cara Casting by Ability. Karena bukan dilihat dari fisiknya pemain di pilih, tapi berdasarkan kecakapan atau kecerdasan seseorang, bagaimana para aktor/aktris ini memerankan tokoh-tokoh yang sudah ditetapkan.



 Amanat dari drama Tanah Air Mata
Amanat yang ingin disampaikan di dalam pementasan drama inimenurut kami, yaitu:
1.      Jangan membedakan manusia hanya karena hartanya saja, karena harta hanya bersifat sementara.
2.      Kita sebagai manusia harus selalu bersyukur atas apa yang telah diperoleh
3.       jangan suka bertengkar, karena akan menambah besar suatu masalah yang sedang terjadi
4.      Jadilah manusia yang tidak sombong dan selalu ingin membantu sesama, karena hidup kita saling membutuhkan satu sama lain.
5.      Hadapilah hidup ini dengan mempelajari masalah untuk menghadapi masa depan yang lebih baik.



Setting/latar
Latar tempat
Di teras rumah Kasih yang tanah itu adalah milik nyonya iskandar tetapi ditempati oleh orang kampung yang satu komunitas oleh kasih, yaitu orang melarat.
Latar waktu
Pagi hari
Dibuktikan dengn, ketika ibu kasih sedang menjemurpakaian, disini kita bisa mengetahui bahwa adeganini terjadi pada pagi hari.
Untuk selanjutnya tidak ada keterangan bahwa ada latar waktu selain pagi hari.
Latar suasana
Gembira, Bahagia, senang.
1.      Dibuktikan dengan adegan pada saat kasih dan teman-temannya bernyanyi riang, dan tidak memikirkan penderitaan yang terjadi di hidupnya.karena menurut mereka tugas mereka hanya untuk bermain
Sedih
Dibuktikan dengan,
1.       ketika kasih, ibu kasih dan teman-teman kasih merasa tersisih dan didiskriminasikan  oleh nyonya iskandar dan anak-anaknya. karena mereka adalah sekelompok manusia melarat, maka nyonya iskandar secara leluasa mengusir dan menghina merreka atas tuduhan dan fitnahan dari anak-anak nyonya iskandar.
2.      Ketika ibu kasih sakit dan akhirnya meninggal dunia.
Mengharukan
1.      Ketika tunangan yoga atau bagian dari mereka yang ada di kalangan konglomerat, ternyata hiba melihat kasih an saudaranya di tindas dengan sadis oeh nyonya iskandar dan berniat untuk membantu mereka, walaupun niat itu di tolak oleh nyonya iskandar.
Marah, mengesalkan, dan kecewa
1.      Ketika ibu kasih hanya bisa pasrah dengan keadaannya, dan menganggap itu srmua adalah takdir, padahal itu semua adalah bagaimana kita berusaha untuk mencukupi kebutuhan hidup kita.
2.      Ketika kasih dan teman-temannya di ejek oleh yoga dan teman-temannya, walaupun kasih memberontak, tetap saja itu dipermasalahkan ketika nyonya iskandarr datang dan mengusir mereka.
3.      Ketika ibunya kasih didorong sampai terjatuh, karena pertengkaran antara mereka.
4.      Ketika nyonya iskandar menampar ibu kasih dan menghina mereka dan mengecap mereka sebagai orang melarat yang tak berpendidikan.
Latar Sosial
Latar sosial yang digunakan dalam drama ini menggambarkan tentang latar sosial menengah atas dan latar sosial menengah bawah.
Dalam drama ini di ceritakan ada 2 kubu yang berbeda secara ekonomi sehingga sosial mereka menjadi berubah diakibatkan dengan  perbedaan ekonomi yang berdampak senjangnya sosial diantara mereka.
Di buktikan dengan
~      Nyonya iskandar, yoga dan teman-temannya adalah termasuk kedalam golongan orang yang memiliki latar belakang ekonomi di atas (orang kaya atau konglomerat dan berpendidikan)
~     Kasih, ibu, dan teman-temannya adalah termasuk ke dalamgollongan orang memiliki latar belakang ekonomi di bawah (rakyat melarat yang tidak brpendidikan)

Dialog
Bahasa yang digunakan dalam dialog drama ini adalah bahasa indonesia yang sederhana sehingga dapat dimengerti oleh penonton dari kalangan manapun.
Walaupun ada beberapa dialog yang menggunakan bahasa yang bukan bahasa indonesia baku, tetapi masih bisa dimaknai.
Alur
Alur yang digunakan dalam drama ini jika ditinjau dari segi penyusunannya adalah alur progresif karena awal benar-benar awal, tengah benar-benar tengah,begitu juga akhirnya yang benar-benar akhir.
Jika ditinjau dari segi akhir cerita, alur yang digunakan adalah alur terbuka, menurut penulis, pengarang memang secara sengaja membuka alunrnya atau membiarkan penonton menyelesaikan sendiri masalah yang ada pada drama ini, jika dikaitkan dengan kenyataan yang ada, masalah yang seoerti ini memang belum ada akhirnya, penindasan terhadap rakyat melarat tetap terjadi sampai saat ini. Ini bisa menjadi bahan perbincangan di hati dan pikiran orang yang menontonya.
Ditinjau dari kuantitasnya, alur ini menggunakan alur tunggal, karena tidak bisa diselipi alur lai yangbisa menyebabkan alurnya jamak.
Di tinjau dari segi kualitasnya, alur  ini termasuk ke dalam alur  yang renggan karena paa drama ini diselipi nyanyian dari kasih dan teman-temannya.
  


Penokohan dan perwatakan
Tokoh
1.      Elisa Fitrotun Nisak
2.      Fidya Abdat
3.      Suning Setyowati
4.      Nimas Narulita
5.      Asmita Zhindy W.
6.      Anivia Intan K.
7.      Jamalludin Sanur
8.      Aditya Wahyu H.
9.      Bayu Mahanani P.D.
10.  Ari Fatmawati
11.  Yeremia A. Dimpudus
12.  Lia Arlita
13.  Adelia Rahmawati
14.  Andi Surya P.
dari 14 pemai yang memerankan pementasa drama ini, hanya beberrapa yang disebutkan namanya pada saat pementasan, yaitu.
1.      Kasih
2.      Ibu kasih
3.      Nyonya iskandar
4.      Yoga
5.      Tunangan yoga
6.      Citra (temannya kasih)
7.      Orang yang mencintai kasih
8.      Teman-temannya kasih (rakyat melarat)
9.      Teman-temannya Yoga (konglomerat)
Perwatakan
1.      Kasih
Seorang anak yang memilikki kehudupan yang menyedihkan karena memiliki orang tua yang miskin dan melarat, tetapi memiliki sikap yang  Berani, periang, setia, punya banyak teman, dan penurut walaupun suka menggerutu.
Di buktikan dengan
1.      adegan ketika Ibunya menyuruh Dia unntuk menyapu halaman, karena halaman itu kotor oleh ulahnya sendiri.
2.      Adegan ketika nyonya iskandar mencemooh keluarganya, dengan berani Kasih membela keluarganya.
3.      Adegan ketika teman-temannya datang dan menyayi bersama dengannya, membuat ia memiliki banyak teman.

Ibu kasih
Seorang ibu yang hidup miskin dan tinggal dengan Kasih dan teman-temannya, yang sekaligus menjadi ibu angkat bagi teman-teman Kasih, Ibu kasih memiliki sikap yang rajin, sayang kepada anak-anaknya, bijaksana, pembela, sabar, dan tegar.
Dibuktikan dengan;
1.      Adegan ketika pagi-pagi beliau menjemur pakaian di halaman dan memanggil-manggil kasih yagn sedang bermain dengan teman-temannya, stelah mendatangi kasih yang sedang bermain, ibu  memarahi kasih karena menemukan rumah yang berantakan padahal ibu sudah membersihkannya. Ketika itu, kasih memberontak dan menayakan, apa salah nya ia bermain? Ibunya dengan pasrah menjawab bahwa mereka harud sadar, mereka hanya orang melarat yang hanya bida seperti ini, jadi tidak boleh disamakn dengan anak-anak kongllomerat yang apa maunya terpenuhi.
2.      Ketika ibu menemukan anak-anaknya bertengkar dengan yoga dan teman-temannya, danmencoba melerai ternyata disana juga ada nyonya iskandar yang menghinak kasih dan teman-temannya sehingga ibu kasih membela sampai di pukulu oleh nyonya iskandar karena dianggap tidak berhasil mendidik anak.

Nyonya iskandar
Orang kaya yang memiliki anak yang berrnama yoga, besikap sombong, tinggi hati, angkuh, semena-mena terhadap rakyat bawah, dan pemarah dan juga menilai seemua dengan materi.
Dibuktikan oleh
1.      Ketika nyonya iskandar memukul ibu kasih dan menghinanya.
2.      Ketika ia memberi waktu kepada kasih dan teman-temannya untuk pindah dari tanah miliknya, hanya dengan satu hari. Dari sini kita ketahui bahwa nyonya iskandar tidak sabar.
3.      Ketika ia berbicara dengan tunangan yoga yang hanya mengandalkan materi agar tunangannya itu bisa menikah dengan yoga.
4.      Menggusur kasih dan teman-temannya walaupun sudah di peringatkan oleh kasih bahwa dia  konglomerrat tidak bisa hidup tanpa ada rakyat melarrat disekitarnya.
Yoga
Anak kandungnya nyonya iskandar yang memiliki sikap yang sombong, angkuh tidak jauh dari sikap ibunya, dan provokasi.

Tunangan yoga
Citra (temannya kasih)
Orang yang mencintai kasih
Teman-temannya kasih (rakyat melarat)
Teman-temannya Yoga (konglomerat)

Tema
Diskriminasi
Karena kehidupan sosial yang digambarkan dalam drama ini menerangkan kepada kita bahwa di  kehidupan kita sudah terjadi perbedaan antara si miskin dan si kaya.
Daram ini menganut aliran realisme, karena drama ini menceritakan tentang kehidupan nyata yaitu kehidupan yang menceritakan tentang kemelaratan  ketidakadfilan, dan menceritakan problema dalam masyarakat.
Sutradara
Aktris dan aktor


Tidak ada komentar:

Posting Komentar